DS – PT. Indonesia Power UBP Mrica tanam 26 bibit kopi Arabica di desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, dan Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, di wilayah Kabupaten Banjarnegara serta Desa Tlogojati, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Bantuan bibit kopi ini ditujukan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan juga untuk konservasi lahan. Hal ini disampaikan oleh General Manager PT. Indonesia Power UBP Mrica, Slamet Suwardi, Rabu (20/11) di desa Pegundungan, Pejawaran.

“Desa Pegundungan dipilih sebagai tempat dilaksanakannya seremoni penanaman karena kepala desa Pegundungan dikenal sebagai petani kopi yang berprestasi nasional. Harapannya ada transfer ilmu keberhasilan desa Pegundungan ke desa-desa lainnya sehingga desa-desa lain mampu menyamainya, bahkan kalau bisa melebihi” katanya.

 

Pemberian bantuan 26 ribu bibit kopi Arabica ini merupakan perwujudan dari pelaksanaan pilar ke 3 yaitu community Impowerment. Kegiatan ini diberi judul Hindonesia Power peduli planet. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Indonesia Power dan hari listrik nasional.

“Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat. Harapannya dari kegiatan ini lahir dan tumbuh ekonomi mikro” katanya.

 

Ketua HKTI Sutedjo Slamet Utomo didampingi GM PT. Indonesia Power UBP Mrica, Slamet Suwardi menyeahkan bantuan bibit kopi Arabica di aula desa Pegundungan, Pejawaran

 

Secara simbolis bantuan bibit kopi Arabica diserahkan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan GM Indonesia Power kepada kelompok tani di aula desa. Masing-masing penerima bantuan menerima jumlah bantuan bibit kopi berbeda-beda sesuai dan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan penyerapan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi secara simbolis di arena lahan pertanian di desa Pegundungan.

“Penanaman bibit kopi di wilayah hulu ini ada kaitannya juga dengan konservasi lahan dalam rangka keberlanjutan operasional peralatan. Namun tanaman konservasi yang ditanam ini harus yang ada keuntungan sehingga menjamin keberlangsungan program. Kalau seterusnya mengadalkan pendampingan akan memakan biaya yang sangat besar” katanya.

 

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengucapkan terima kasih dan menyatakan dukungannya atas pemberian bantuan bibit kopi Arabica oleh PT. Indonesia Power. Menurutnya bantuan ini sudah tepat sekali karena Pegundungan dikenal sebagai penghasil kopi terbaik yang diakui secara nasional. Apalagi ini berkaitan erat dengan niatanya menjadikan Banjarnegara sebagai pusat kopi.

“Sebagai bentuk dukungan infrastruktur jalan usaha tani akan dibangun hingga masuk jauh ke wilayah ladang pertanian. Kalau akses ke lahan mudah akan meningkatkan nilai kompetisi produk kopi sehingga mampu bersaing di pasaran” katanya.

 

Manfaat lain dari penanaman tanaman kopi ini adalah untuk konservasi yang tujuannya  menguatkan lahan agar tidak terjadi longsor kembali.

“Selain itu upaya ini juga bermanfaat mengurangi sedimentasi di bendungan mrica agar usia bendungan lebih lama” imbuhnya.

 

Penanaman bibit tanaman kopi Arabica di desa Pegundungan

 

Sementara itu, Kepala Desa Pegundungan, Murti menambahkan tanaman kopi menjadi primadona baru pertanian di wilayahnya. Itu bisa dilihat dari luasan lahan kopi yang terus bertambah tiap tahunnya. Warganya kini makin sejahtera dengan keberhasilan tanaman kopi ini. Buktinya dari 199 KK, 85% diantaranya sudah menanam kopi. Jumlah ini diyakininya masih akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kesejahteraan petani kopi. Hal ini tidak lepas dari harga jual kopi di pasaran nilainya cukup menguntungkan dan relative stabil.

“Sekarang ini harga jual kopi Rp 90 ribu per kilonya. Kalau produknya bagus bisa meningkat menjadi Rp 100 ribu per kilogramnya. Setiap kali panen dengan pengolahan produksi yang kini lebih bagus selalu habis diserap pasaran dari pembeli lokal maupun luar kota” katanya. (*_eko/DS)