DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, Pemerintah siap menggelontor dana Rp 8,2 miliar untuk penataan Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut disampaikan bupati saat melakukan peninjauan obyek wisata kawasan Dieng, serta beberapa fasilitas yang ada di destinasi, Selasa (26/11). Pada kunjungan itu, bupati meninjau E-ticketing di pintu Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Museum Kailasa, dan kompleks rest area Telaga Sewiwi.

 

Ikut mendampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dwi Suryanto, Staf Ahli Bupati Aris Sudaryanto, Kabag Umum Agung Yusianto, Sekcam Batur  Martoyo, dan pegiat wisata di Dieng.

 

Budhi mengatakan, Kabupaten Banjarnegara baru saja mendapat alokasi APBN sebesar Rp Rp. 1,68 triliun pada tahun anggaran 2020.  Menurutnya, sejalan dengan amanat presiden dan prioritas kebijakan yang telah ditetapkan, anggaran yang telah diterima akan difokuskan pada akselerasi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat dan birokrasi yang efisien. Salah satu prioritas adalah pembangunan Dieng. Dia merencanakan dari DAK yang diterima kemarin, akan dialokasikan 8,2 M untuk pembangunan wisata Dieng.

“Saya melihat realitas yang ada, Dieng selalu berhasil melampaui target atau over target dalam perolehan PAD dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, alokasi Ini realiatis, sebab Dieng sudah memberi pendapatan, maka pemerintah harus merawatnya dengan mencukupi fasilitas yang dibutuhkan wisatawan kan begitu?. Jadi, saya juga harus memberi perhatian kepada pembangunan di Dieng” katanya.

 

Dia melanjutkan, rest area di jalur utama Dieng harus segera terwujud, karena sangat penting sebagai sarana untuk mengurai kemacetan. Selain itu, juga bisa dimanfaatkan untuk wahana promosi penjualan produk UMKM dan oleh-oleh khas Banjarnegara. Tidak lupa ketersediaan parkir dan toilet juga sangat penting.

“Rest area dengan fasilitas yang lengkap, ramah dan murah, akan memberi kenyamanan bagi wisatawan yang datang. Sehingga mereka nggak kapok ke Dieng sebaliknya akan gethok tular, terkesan dan pasti datang lagi kesini,” harapnya.

 

Kepala Disparbud Dwi Suryanto mengatakan dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp. 11.570.000.000;- belum sampai akhir tahun pendaptan yang diperolehnya sudah lebih dari target. Tambahan perolehan pendapatan sampai minggu ketiga bulan November sebesar Rp. 122.919.000;- membuat jumlah total pendapatan sekarang ini menjadi Rp. 11.688.919.000;-.

“Jumlah itu sudah over target PAD” katanya. (*_Mujipras/ed DS)