DS – Sebanyak 58 Personel Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Tingkat Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara dikukuhkan di Rejasa Room Surya Yudha Hotel Banjarnegara, Selasa (26/11). Timpora dibentuk untuk menjaga keamanan, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan seta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat keberadaaan orang asing, organisasi dan lembaga asing serta tenaga kerja asing di Banjarnegara.

“Kewenangan perizinan keluar masuknya orang asing untuk wilayah Kabupaten Banjarnegara ada di Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap. Namun mengingat luas wilayah kerja dan keterbatasan SDM maka imigrasi membentuk Timpora di tiap kecamatan agar pemantauan orang asing semakin terkoordinasi dengan baik serta efektif dan efisien” kata Waki Bupati Banjarnegara Syamsudin.

 

Personel Timpora tingkat kecamatan yang dikukuhkan terdiri dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam), Camat, Kapolsek dan Danramil. Dengan adanya Timpora ini, kata Syamsudin, maka kinerja sektor imigrasi akan semakin optimal dan berbagai hal yang dimungkinan menjadi gangguan dapat dicegah sejak dini.

“Kami berharap personel Timpora dapat bekerja dengan baik sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sehingga dapat memberi manfaat, khususnya bagi Banjarnegara,” katanya.

 

Pembacaan Janji dan Sumpah Pelantikan Timpora

 

Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa tengah, Esti Winahyu Nurhandayani menuturkan, Timpora ada di berbagai tingkatan, dari nasioanal, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Tujuannya untuk ikut bersama-sama bersinergi, berkolaborasi dengan imigrasi dalam hal mengawasi keberadaan dan kegiatan orang asing.

“Pengawasan rutin dilakukan di enam kantor imigrasi di wilayah Jawa tengah, secara mandiri. Kemudian ada pengawasan bersama instansi terkait yang tergabung dalam Timpora,” jelasnya

 

Baru-baru ini di Jawa Tengah telah dilakukan pendeportasian kepada 104 orang asing. Selain itu juga sudah ada yang dilakukan tindakan pro justitia pada 14 orang asing, 13 orang di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang dan 1 orang di Kantor Imigrasi Kelas II non TPI Pemalang.

“Kebanyakan overstay dan melanggar perizinan keimigrasian,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi TPI Kelas II Cilacap, Bisri menambahkan, pengukuhanTimpora dilakukan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa tengah, Esti Winahyu Nurhandayani didampingi Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin dan dirinya selaku Kepala Kantor Imigrasi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kelas II Cilacap.

Berdasar data di kantornya, keberadaan orang asing di Kabupaten Banjarnegara jumlahnya 16 orang. Mereka terdata sebagai pekerja di dua perusahaan, PT Veronique dan PT Cosmoprof indokarya.

 

Keberadaan Timpora ini, kata Bisri, akan mempermudah koordinasi dan komunikasi tentang orang asing di wilayah kerjanya.

“Di wilayah kerja kami sudah dikukuhkan Timpora di Cilacap, Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara. Setelah ini rencana akan dilakukan kegiatan yang sama di Kebumen,” katanya  (*_amar/ed DS)