DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mempunyai laku unik dalam merayakan hari lahirnya. Dia tidak meniru kebanyakan pejabat merayakan ulang tahun di tempat mewah dengan hiburan dari artis terkenal. Dirinya pun tidak menyukai kegembiraan bersama tamu-tamu penting yang berpakaian bagus dan mewah. Budhi justru memilih tempat yang bagi banyak orang membuat tidak nyaman. Bertepatan dengan usianya yang ke 57, pada hari Rabu, tanggal 27 November 2019, Budhi memilih merayakan hari lahirnya di Rumah Tahan Negara kelas II.

 

Budhi pun tidak ragu memasuki lingkungan penjara. Meski dirinya seorang Bupati, tidak sedikit pun Budhi terlihat canggung dan sungkan menyalami dan berbaur dengan warga binaan. Dia pun terlihat lepas saat duduk bersama sambil bercerita dengan diselingi canda. Nasi tumpeng yang disiapkan untuknya pun dimakan bersama warga binaan. Kabarnya, ini bukan kali pertama Budhi merayakan ultahnya di Rutan. Wow….

 

Tidak lupa, di hari bahagianya itu Budhi mengajak serta istri Ny. Marwi Budhi Sarwono dan kolega di pemerintahan yakni Sekda Indarto beserta istri, Staf ahli bupati, Aris Sudaryanto, Kabag Umum Agung, Yusianto, dan rombongan stafnya. Ikut menyambut dan menemani petugas rutan Banjarnegara

 

Budhi pun mengucap terima kasih pada warga binaan usai doa dipanjatkan.

“Terima kasih atas doanya Panjenengan semua, semoga saya diberikan umur panjang yang manfaat untuk mengabdikan diri membangun Banjarnegara. Sebaliknya, Saya juga mendoakan semoga panjenengan semua senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” katanya.

 

Pernah Jadi Penghuni Rutan

Budhi tak malu mengakui dirinya pernah masuk penjara.

“Saya pernah ada di posisi kalian. Saya pernah tinggal di sini,” kata Bupati menunjuk salah satu sel tahanan.

 

Karena itu, lanjutnya, Saya tahu persis situasi di tahanan. Saran saya biar tidakk jenuh baiknya mencari kesibukan yang berguna selama. Prinsipnya jangan melanggar aturan LP.

“Kesibukan itu bisa mencuci mobil, merawat tanaman, dan seterusnya. Intinya jangan banyak melamun, nanti pikirannya kemana-mana. Daripada melamun, mending buat dzikir dan berdoa,” katanya.

 

Budhi juga memotivas warga bahwa menjadi warga binaan itu harus yakin bahwa segala kebaikan dan keburukan adalah ujian. Sebab bagi siapa saja yang mampu bersyukur, maka akan ditambah nikmatnya. Setiap yang mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian, maka akan menjadi lebih bijaksana.

“Sekarang ayo saatnya berbuat baik, tiada kata terlambat. sayangi diri dan keluarga kalian, semoga pada saatnya dapat kembali ke masyarakat dengan baik. Ini adalah ujian dan pembelajaran untuk menjadi insan yang lebih baik,” katanya.

 

Di akhir acara, Budhi memberikan bingkisan untuk warga binaan. Acara dilanjutkan makan nasi tumpeng bersama secara lesehan serta diakhiri bersalam-salaman dengan seluruh warga binaan. (*_Mujipras/ed DS)