DS – Seperti namanya, Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) rupanya memiliki kaitan erat dengan sejarah organisasi wadah bagi pegawai negeri. Hari lahir perumahan korpri berbarengan dengan hari lahir organisasi Korpri yang lahir tanggal 29 November 1971. Bedanya hanya di soal usia.

“Tahun 2019 ini, Korpri berusia 48 tahun, sedangkan usia perumahan Korpri 25 tahun” kata Ketua RW 05, Kelurahan Semarang, Mulyanto.

 

Untuk menyambut hari istimewa itu, lanjutnya, maka pada minggu terakhir di bulan November warga perumahan merayakannya dengan berbagai lomba. Salah satunya adalah lomba memasak nasi goreng yang berlangsung Jumat malam. Hanya saja, ada yang sedikit beda dalam lomba memasak ini karena peserta semuanya adalah Bapak-Bapak.

“Kalau Ibu masak itu sudah biasa. Sekarang ini yang masak Bapak-bapaknya…Bisa dibayangkan, bagaimana kejadiannya…” kata Mulyanto yang juga selaku ketua penyelenggara diiringi tawa ringannya.

 

Juri tengah melakukan penilaian lomba nasi goreng yang diikuti Bapak-Bapak

 

omba pun berlangsung meriah. Tidak saja karena teriakan emosional dari para ibu-ibu yang suaminya ikut  berlomba, namun juga dari canda dan saling ejek sesama peserta. Meski begitu, kata Mulyanto, tak dijumpai ada peserta emosi, ataupun menjadi sebab perkelahian antar warga. Yang ada sama, peserta, para istri, dan para penonton semua tertawa. Tawa yang menyatukan perasaan.

“Lomba-lomba menjadi momentum untuk mempererat, persatuan dan kesatuan warga sehingga kerukunan tetap terjaga. Untuk kekompakan, semua warga wajib mengikuti kegiatan yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

 

Selain lomba memasak nasi goreng, imbuhnya, diadakan lomba karaoke, jalan sehat serta pemberian bantuan sembako bagi warga sekitar Perum Korpri yang tidak mampu.

 

Salah satu penghuni lawas, Gatot menambahkan bahwa mayoritas warga telah menetap sejak perumahan yang diperuntukan untuk PNS ini diresmikan tahun 1994. Peresmiannya waktu itu bertepatan dengan HUT Korpri ke 23. Selama kurun waktu 25 tahun wajah Perum Korpri kini telah banyak berubah.

“Bangunan perumahan awal Rumah tipe 21  kategori RSS (rumah Sangat Sederhana) telah berubah jauh karena direnovasi maupun dibangun kembali oleh warga menjadi rumah mewah. Sehingga kini wujud bangunan awal perumahan ini banyak yang sudah tidak bersisa lagi” katanya. (*_amar/edDS)