DS – Organisasi Kemasyarakatan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) senantiasa hadir pada setiap peristiwa bencana di Banjarnegara. Hal ini memang sejalan dengan amanat AD ART organisasi untuk membantu sesama. Karena itu, untuk meningkatkan peran anggota dan simpatisan RAPI maka dipandang perlu diselenggarakan pembinaan anggota dan simpatisan dengan pengetahuan kebencanaan. Hal ini disampaikan Ketua Umum RAPI, Sutedjo Slamet Utomo, Minggu (01/12) di Sasana Bhakti Praja.

“Pengetahuan kebencanaan diperlukan sebagai bekal anggota RAPI turun di lapangan saat kejadian bencana. Sebab secara protap kebencanaan ada SOP dalam setiap tahap penanganan bencana. Saat kejadian, apa saja yang perlu lebih dahulu dilakukan, apa saja yang perlu diinformasikan, koordinasinya kemana” katanya.

 

Kalau soal aktivitas kemanusiaan, lanjut Sutedjo, anggota RAPI tidak diragukan lagi komitmennya. Dimana saja medannya, bagaimana kondisi medan, RAPI senantiasa hadir membagi informasi bencana membantu pemerintah. Semua itu dikerjakan tanpa tuntutan bayaran. Namun di sisi lain, RAPI menghadapi kendala mobilitas anggota menuju wilayah bencana. Aktivitas gerak relawan RAPI saat ini hanya didukung mobil kijang lama yang kurang mendukung mobilitas di medan bencana yang berat.

“RAPI mengusulkan pada Bupati bantuan mobil operasional sejenis doble gardan untuk memudahkan akses ke wilayah bencana” katanya.

 

Ketua RAPI Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo menyatakan RAPI ada dimana-mana, namun tidak kemana-mana. Mobilitas tinggi namun butuh dukungan mobil Double gardan dari Pemerintah

 

Assisten Sekda Bidang Pemerintahan Nurul Aini mewakili Bupati yang membuka kegiatan Pembinaan menyatakan terima kasihnya atas peran RAPI selama ini membantu pemerintah dalam bidang kebencanaan. Meski sekarang ini ada di era komunikasi gadget modern, namun kehadiran radio diakui sangat membantu pemerintah. Terutama sekali di wilayah-wilayah tidak ada sinyal.

“Kejadian bencana di Banjarnegara membuktikan hal itu. Radio menjadi alat utama penyampaian informasi kebencanaan di wilayah tidak ada sinyal. Selain itu, informasi lewat radio juga bisa stand by 24 jam full, jangkauannya luas, dan hitungannya lebih murah” katanya.

 

Sekretaris RAPI, Nurudin Arif Gunawan menambahkan pembinaan anggota dan simpatisan RAPI wilayah 33 Kabupaten Banjarnegara ini diselenggarakan selama sehari di Sasana Bhakti Praja Komplek perkantoran Setda. Hadir pada acara ini 180 anggota dari total 450 anggota RAPI se Kabupaten Banjarnegara. Narasumber kegiatan dari BPPD dan SAR Daerah Banjarnegara.

“Pembinaan ini adalah puncak dari berbagai pembinaan yang sudah diselenggarakan selama satu tahun ini. Harapannya tentu anggota dan simpatisan RAPI makin paham lagi perihal penanganan kebencanaan sehingga dapat membantu penanangan bencana lebih baik lagi” katanya. (*_eKo/edDS)