DS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara, Rabu (12/12) melakukan pentasharufan dana Zakat kepada   645 siswa SMP, 44 siswa MAN dan 3 siswa SMK, dan 2 siswa SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Secara simbolis pentasharufan zakat diserahkan oleh Ketua Baznas Sutedjo Slamet Utomo diikuti pengurus Harian  Baznas kepada 8 orang perwakilan siswa mustahik dari masing-masing koordinator wilayah. Hal ini disampaikan Sekretaris BAZNAS, Eko Djuniadi, Rabu (12/12) di Aula Sasana Abdi Praja.

“Total dana zakat yang dibagikan sebesar Rp 348,909,184;-, sehingga masing-masing siswa mustahik memperoleh zakat sebesar Rp 500 ribu” katanya.

 

Pada tanggal 19 Desember mendatang, lanjutnya, Baznas juga akan melakukan penstasharufan zakat kepada fuqara dan masakin. Jenisnya merupakan zakat produktif dan konsumtif. Rencananya akan ada bantuan modal kepada 65 orang mustahik dengan besaran kisaran Rp 2,5 – Rp 3,5 juta.

“Total dari dua kegiatan tanggal 12 dan 19 akan dibagikan zakat sebesar Rp 800 juta an. Jumlah ini meningkat lagi karena pada malam tahun baru akan dibagikan zakat bagi anak yatim dengan total sebesar Rp 100 juta” katanya.

 

Ketua dan Pengurus Harian Baznas berpose bersama perwakilan siswa penerima pentasharufan Zakat Baznas periode Juli – Desember 2019. Total penerima dana zakat 694 siswa dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara.

 

Ketua Baznas, Sutedjo Slamet Utomo, mengatakan Zakat untuk siswa sekolah ini merupakan bentuk penyemangat dan motivasi bagi para siswa mustahik untuk tetap semangat bersekolah. Harapannya mereka dapat memanfaatkan zakat ini semaksimal mungkin untuk mendukung kebutuhan sekolahnya.

“Manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung sekolahmu. Aja dumeh pegang uang lalu beli pulsa dan kuota” katanya.

 

Pada kesempatan ini, mantan Bupati ini menyinggung juga soal animo berzakat di kalangan ASN. Sebab dari data yang ada pada lembaganya, dari 8000 an ASN baru separuhnya yang menyalurkan zakat secara penuh ke BAZNAS. Terutama, katanya terus terang, pada ASN dari kalangan guru. Bila dari kalangan ASN di Pemkab selain gaji juga tamsil terkena zakat. Bila pola ini diikuti seluruh ASN Guru dan pendapatan sertifikasi guru juga dikenai zakat, maka potensinya sangat besar.

“Total pemasukan Zakat dari ASN sekitar Rp 6 M. Apabila semua ASN Guru menyetorkan dana ke Baznas prediksinya potensi perolehan zakat dapat mencapai Rp 12 M. Akan sangat banyak siswa miskin, fuqara, dan usaha produktif yang dapat ditolong dari pentasharufan zakat ini” katanya.

Pada periode ini saja, dari total Zakat dari kalangan dunia pendidikan sebesar Rp 900 juta, Baznas menyalurkan zakat untuk siswa miskin sebesar Rp 1,6 M. Sementara, masih banyak siswa miskin yang belum terbantukan. Selain itu, dana zakat juga disalurkan untuk keperluan lainnya, selain zakat fuqara, masakin, dan usaha produktif, zakat disalurkan juga untuk membangun ratusan rumah RTLH di berbagai wilayah Kabupaten Banjarnegara.

“Zakat untuk RTLH yang sudah tersaur sebesar Rp 2M. Tahap pertama 65 rumah dengan total nilai Rp 650 juta, dan tahap dua 135 rumah dengan total nilai Rp 1,35 M” urainya.

 

Sutedjo menambahkan, Baznas Banjarnegara termasuk Baznas yang memperoleh predikat 10 besar terbaik dan berada di ranking 7 Jawa Tengah. Penilaian didasarkan pada kelengkapan administrasi, pengelolaan dan laporan keuangan, sisi manajemen.

“Baznas Banjarnegara dinilai kurang karena belum memiliki gedung perkantoran yang layak serta cakupan potensi zakat yang belum optimal tergarap” katanya.

 

Sementara itu, Pendamping Mustahik Guru SMP N 1 Batur, Farida mengungkapkan bahwa kemungkinan para guru belum menyalurkan zakatnya ke Baznas karena mereka masih ragu. Selain itu, masih banyak siswa miskin di sekolah-sekolah yang belum dilaporkan ke Baznas. Karena itu Dia mengharapkan para pengurus Baznas untuk mensosialisasikan semua kegiatan ini di kalangan guru-guru.

“Harapannya, semua informasi ini diketahui oleh lebih banyak ASN dari kalangan pendidikan, sehingga Baznas makin dikenal kiprahnya dan menjadikan ASN dari kalangan pendidikan tidak ragu menyalurkan zakatnya lewat Baznas” katanya. (*_eKo/edDS)