DS – Sebanyak 10.000 pohon ditanam di Petak 22 A Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Batur, Tlagabang, Desa Batur, Rabu (18/12). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Perum Perhutani KPH Banyumas Timur serta seluruh elemen masyarakat sekitar untuk merawat dan mengembalikan fungsi hutan di tempat tersebut. Penanaman pohon ini juga bertepatan dengan bulan Desember sebagai Bulan Menanan Nasional serta memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia.

 

Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Perum Perhutani/KKPH Banyumas Timur, Dwi Purwanto menyampaikan, Petak 22 A atau Blok Tlagabang adalah kawasan hutan yang mendesak untuk direboisasi agar fungsi hutan dalam menampung dan menyerap air yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar bisa dikembalikan. Pohon yang ditanam merupakan berbagai jenis pohon yang yang memiliki nilai ekologis dan konservasi seperti aren, trembesi, matoa dan salam. Selain itu juga ditanam pohon pinus, puspa serta akasia dekuren.

 

“Harapannya, kegiatan ini dapat mewujudkan kelestarian lingkungan dan hutan untuk menjaga kondisi alam dan fungsi hutan agar berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” katanya

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin bersama para peserta tanam pohon meneriakan yel yel lestarikan hutan untuk memberi motivasi gerakan penghijauan. (Dinkominfo/Amar/Des2019)

 

Pada kegiatan ini Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, persoalan air berkaitan dengan kehidupan. Ketika sumber resapan air hilang maka akan menjadi persoalan dan mempengaruhi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak.

 

“Kegiatan di tempat ini merupakan langkah tepat untuk mengatasi persoalan hutan sebagai sumber kebutuhan utama dalam kehidupan berupa ketersediaan air,” ujarnya

 

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, penanaman pohon di Petak 22 A ini diharapkan akan menjadi warisan untuk keberlangsungan hidup anak cucu di hari esok. Hutan memiliki banyak manfaat oleh karena itu keberadaannya harus terus dijaga dan dirawat agar tetap lestari.

 

Dikatakan, belum lama ini kelangkaan air dan kekeringan terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Distribusi air bersih yang dilakukan hanya sebagai solusi simtomatik atau sementara saja. Untuk menuntaskan akar masalahnya dibutuhkan upaya yang berdampak jangka panjang, yaitu menanam pohon dan mengembalikan fungsi hutan. Solusi jangka panjang tersebut juga berlaku untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor yang disebabkan pengikisan tanah ketika musim penghujan tiba. (*_amar)