DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono  tanpa canggung masuk gorong-gorong trotoar di Jalan Dipayuda utara Setda, komplek barat pendapa, dan di sepanjang jalan DI Panjaitan. Tidak sampai di situ, Budi pun sampai menyusuri kedalaman gorong-gorong dari satu ujung ke ujung lainnya. Langkahnya ini dilakukan untuk mengecek kualitas bangunan.

“Saya sudah tiga kali masuk got, untuk memastikan kualitas drainase dan pondasinya, terutama kondisi setelah datang musim hujan ini. Di beberapa lokasi sudah ada endapan lumpur. Ini harus dibersihkan, sebelum sebentar lagi diserahterimakan” kata Bupati, Rabu (18/12).

 

Secara umum, Budhi menilai kondisi bangunan dan gorong-gorong  sudah bagus, cukup luas dan bisa dimasuki dua orang untuk membersihkan. Dia minta beberapa pintu gorong-gorong yang rusak untuk dirapikan terlebih dahulu sebelum diserahterimakan.

“Jika tidak dibersihkan gorong’gorongnya dan tidak rapi bangunan maupun engsel-engselnya kami perintahkan jangan diterima,” tegas Budhi.

 

Kepala DPU PR Tatag Rochyadi mengatakan Pemkab Banjarnegara tengah memperluas pembangunan trotoar yang representatif dan ramah pedestrian, termasuk untuk kaum difabel. Saat ini prioritas pembangunan  dan renovasi adalah trotoar yang berada di ruas jalan wilayah perkotaan.

“Pembangunan trotoar sektor perkotaan diprioritaskan di ruas jalan menuju tempat-tempat pelayanan publik dan fasilitas umum, agar lebih mudah dijangkau penyandang disabilitas” katanya.

 

Pembangunan trotoar dilakukan untuk penataan kawasan perkotaan. Bupati, kata Tatag, berharap, tanggal 20 Februari 2020 atau 6 hari sebelum perayaan hari jadi Banjarnegara yang baru, wajah alun-alun kota yang terpadu dengan trotoar sudah rapi berseri.

“Pembangunan trotoar dan drainase perkotaan dianggarkan dari dana APBD sebesar Rp. 1.857.000.000, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender” katanya. (*_Muji Prast/edDS).