DS – Banjarnegara kini memiliki kawasan perdesaan wisata terpadu yang dinamai Kawasan Wisata Serayu Sigaluh (Kawisesa). Kawasan wisata yang diresmikan dan dilaunching Kamis (19/12) di komplek Oemah Tahu Sumedang oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Singgih Haryono mewakili Bupati  ini ditopang oleh empat desa yang tergabung dalam wadah Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kawisesa. Empat desa ini, yakni Tunggoro, Randegan, Gembongan, dan Kemiri juga membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama “Galuh Wijaya” yang bertugas mengelola kawasan wisata ini. Demikian disampaikan Kepala Dispermades PPKB, Agus Kusuma.

“Kawasan perdesaan Kawisesa diinisiasi Sekolah Lapang DAS tahun 2018 yang difasilitasi oleh Dispermadukcapil Jateng. Mulanya terdiri dari 3 desa yakni Tunggoro, Randegan, dan Gembongan. Kini anggotanya empat desa dengan masuknya desa Kemiri. Harapannya semua desa di wilayah kecamatan Sigaluh ikut gabung dalam wadah ini. Penetapan Kawisesa diperkuat legal formal dengan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 410/486 Tahun 2019 tanggal 29 April 2019” katanya.

 

Peresmian dan Launching Kawisesa yang dihadiri Sekretariat Kawasan Perdesaan Jawa Tengah, Dispermadukcapil Provinsi, Forkompinda, OPD, dan Kades-Kades dilaksanakan dalam sejumlah rangkaian seremoni. Penampilan diawali dengan tarian Kidung Adi yang dibawakan oleh lima orang gadis remaja dan satu perempuan dewasa selaku inang. Inang ini yang membawa air suci jamasan Tirta Utama yang telah diberi wewangian bunga melati untuk dilarung di Sungai Serayu. Seremoni ini dilanjut dengan pembukaan selubung logo Kawisesa oleh Assisten Ekonomi dan Pembangunan, diteruskan pemotongan tumpeng.

“Tabur bunga memberi wewangian di Sungai Serayu dilanjut pelarungan Tirto Utama sebagai simbol niatan untuk merawat alam, dan dekat dengan alam. Jadi wisata ini bukan wisata yang merusak alam, namun justru bersinergi dengan alam sekitar” katanya.

 

Tarian Kidung Adi dibawakan dengan apik oleh sejumla penari dari Sanggar Tari dari Tunggoro. Tirta Utama bertabur melati dalam kendil dilarung di Sungai Serayu menjadi simbol penghormatan atas alam. (Dinkominfo/eko/Des 2019)

 

Assisten Ekonomi dan Pembangunan, Singgih Haryono mengucapkan selamat atas peresmian dan Launching Kawasan Wisata Serayu Sigaluh Kawisesa. Semoga dapat memotivasi pihak-pihak terkait, terutama pengelola. Setelah diresmikan, Kawisesa secepatnya dipublikasikan melalui berbagai media agar masyarakat luas dapat mengenal dengan lebih baik dan berminat untuk mengunjungi. Harapannya dari pengembangan Kawisesa adalah terjadi percepatan peningkatkan/pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan ini.

“Kegiatan ini diharapkan juga dapat memacu dan mendorong daerah di wilayah kecamatan lain membentuk Kawasan Perdesaan, dengan inisiasi dari masyarakat” katanya.

 

Sementara itu, Manajer Kawisesa, Eko Parmadi mengatakan Kawisesa dikelola oleh Bumdes bersama Galuh Wijaya. Untuk saat ini pihaknya tengah melakukan penataan. Rencana kantor pemasaran ada di eks Balai Desa Gembongan. Ada sejumlah paket wisata yang sudah disiapkan termasuk rafting dan jelajah alam dengan menggunakan jeep.

“Pemesanan untuk perorangan, pasangan, keluarga, kantor maupun perusahaan, sementara ini lewat nomor handphone/WA diri kami di 082317377667” katanya.

Kawisesa, lanjut Eko, memiliki banyak obyek wisata menarik yang bisa dinikmati perorangan, keluarga, maupun perusahaan/perkantoran. Sesuai dengan logo Kawisesa yang menggambarkan kekayaan alam kawasan ini, maka demikian juga keragaman obyeknya.

“Ada arung jeram serayu, ada off road jeep melintas hutan, ada trabas menggunakan motor trail, ada wisata petik durian dan petik salak, ada air terjun, kerajinan bambu, wisata kuliner, dan wisata selfie” katanya. (*_eKo/edDS)