DS – Komisi VII DPR RI mendukung percepatan pemanfaatan energi panas bumi yang dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) melalui proyek-proyek pengembangannya. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto, dalam kunjungan ke PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng, pada hari (24/12) kemarin. Demikian disampaikan Humas PT. Geo Dipa Energi Unit Dieng, Indra Yudhistira, Senin (30/12) kepada Derap Serayu.

Pada kunjungan yang juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan DPRD Kabupaten Banjarnegara ini, kata Indra, Politikus PKS yang berasal dari Purbalingga tersebut menyampaikan harapannya agar proyek pengembangan yang dilakukan oleh GeoDipa bisa cepat direalisasikan hingga mencapai produksi 400 MW.

“Apabila GeoDipa telah berhasil mencapai target-target produksi yang telah ditetapkan, maka kontribusi yang diberikan oleh GeoDipa terhadap Kabupaten Banjarnegara akan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” kata Rofik.

Selain itu, menurut Rofik panas bumi juga merupakan energi masa depan yang bersih dan tidak memiliki dampak buruk terhadap lingkungan.

Geothermal ini adalah energi masa depan, energi hijau, energi yang sangat efisien, mengurangi emisi karbon yang saat ini memang tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

 

Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim, menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, sumber-sumber energi yang berasal dari fosil akan habis, seperti yang ada di Cepu, Bontang, Aceh, dan Duri. Namun energi panas bumi sebagai salah satu energi baru terbarukan tidak akan habis dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus sampai ke anak cucu.

“Pemanfaatan energi panas bumi akan mendorong perekonomian masyarakat sekitar, mengingat kontribusi energi panas bumi ke depan dapat dirasakan oleh Pemerintah Daerah” katanya.

 

Sebagai perusahaan plat merah, sambung Riki, GeoDipa saat ini belum banyak berkontribusi lebih seperti pembagian deviden dan bonus produksi karena produksi yang dihasilkan oleh GeoDipa masih kecil. Seiring dengan berjalannya proyek pengembangan yang dilakukan oleh GeoDipa untuk bisa menambah kapasitas produksinya hingga Unit 4 di tahun 2025, tentu akan dirasakan kontribusi yang lebih besar dari GeoDipa kedepannya. Saat ini, imbuhnya, pengembangan dilakukan oleh GeoDipa untuk Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 yang akan menambah kapasitas terpasang GeoDipa menjadi 270 MW di tahun 2023, serta pembangunan Dieng Unit 3 dan 4 di tahun 2025

“Saat ini kami memang belum banyak memberikan kontribusi seperti di Cepu karena produksi kami masih kecil. Kami sebagai perusahaan plat merah tidak bisa bohong mengenai hal itu karena kami adalah milik pemerintah. Kalau sudah waktunya, kami pasti akan memberikan bagi hasil setelah NOI (Nett Operating Income) tercapai sebagai tambahan dari pembagian bonus produksi, PNBP, serta Community Development,” pungkasnya. (Ist/edDS)