DS – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Banjarnegara bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Selasa pagi (31/12) menggelar acara jalan santai kerukunan umat. Kegiatan yang dipusatkan di alun-alun dan seputaran kota ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke 74 dengan tema nasional “Umat Rukun Indonesia Maju”.

“Khusus untuk Banjarnegara panitia mengambil tema Kita Berbeda, Kita Bersaudara, Kita Indonesia. Tema ini sebagai penegasan komitmen meski beda masyarakat Banjarnegara tetap satu saudara, bersatu dalam wadah NKRI” tegas Kepala Kemenag, Masdiro, di sela-sela kegiatan.

 

Start dan finish jalan santai di alun-alun kota. Rute yang ditempuh merupakan rute pendek di seputaran kota. Panitia, kata Masdiro, menyediakan banyak hadiah menarik berupa 24 sepeda, lemari es, TV Flat, kompor gas, mesin cuci, dan hadiah-hadiah hiburan lainnya. Kegiatan dihadiri oleh unsur Forkompinda, pimpinan umat Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Hindhu. Wakil Bupati Banjarnegara memberikan sambutan sekaligus melepas peserta jalan santai.

“Harapannya semoga di tahun 2020, Banjarnegara makin adem ayem, makin erat persatuan dan kesatuan, serta makin kokoh semangat kebangsaan dalam wadah NKRI” katanya.

 

Ribuan peserta jalan sehat penuhi kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Umat yang diselenggarakan oleh Kemenag Banjarnegara. Rute jalan sehat yang menyediakan banyak hadiah ini, start finish di alun-alun kota Banjarnegara. (Dinkominfo/eko/Des2019)

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin menyambut baik acara ini. Dia merasakan suasana keindahan saat melihat ribuan massa yang berasal dari berbagai umat beragama bersatu dalam sebuah kegiatan. Berbeda-beda namun bersatu dalam kedamaian. Inilah, katanya, cermin dari kearifan budaya lokal yang sesungguhnya menjadi jati diri masyarakat. Inilah cermin dari Bhinneka Tunggal Ika yang ratusan tahun lalu digemakan oleh nenek moyang.

“Tekad itu dipertegas pada kalimat lanjutannya Tan Hana Darma Marngwa, meski berbeda-beda tapi bersatu. Bersatu untuk negeri. Dalam kontek bernegara maka tiada pengabdian yang bercabang, hanya satu mengabdi untuk NKRI dengan berbekal jalinan kasih yang menyatu erat di dalam dada” urainya.

 

Syamsudin berharap, semangat ini menjadi semangat untuk membangun Banjarnegara. Semangat yang akan menjiwai untuk mengatasi berbagai tantangan. Semangat yang akan menjadi energy yang menyatukan masyarakat dalam bekerjasama melakukan konservasi alam di Banjarnegara.

“Berbeda-beda namun satu untuk membangun Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera” katanya.

 

Sementara itu, Ketua FKUB, Bambang Prawoto Sutikno menyampaikan pihaknya mendukung penuh kegiatan jalan sehat kerukunan umat ini. Hal ini sejalan dengan visi dan misi FKUB yaitu memperkokoh silaturahmi, persatuan dan kesatuan antar umat. Kegiatan yang mempertemukan berbagai umat menjadi salah satu sarana saling komunikasi antar umat untuk meneguhkan kembali semangat kebhinekaan.

“Banjarnegara masyarakatnya majemuk. Karena itu, FKUB senantiasa intens membina dan membangun komunikasi antar umat melalui berbagai kegiatan. Sebab dalam kemajemukan mau tidak mau pasti ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama, namun dengan tetap saling menghormati dan saling menghargai masing-masing pihak. Persatuan dan kesatuan penting sebagai modal untuk Indonesia maju” katanya. (*_eKo/edDS)