DS – Peringatan malam pergantian tahun dari tahun 2019 menuju tahun 2020 tingkat Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan di dua tempat. Bupati, Wakil Bupati dan Forkompinda mengawali kegiatan di Pendopo Dipayudha Adigraha dengan sejumlah kegiatan seremonial. Di sisi lain, keramaian warga Banjarnegara dalam menyambut tahun baru berpusat di stadion Soemitro Kolopaking. Beragam hiburan music di gelar di tempat ini.

“Pentas music dilakukan dengan memberdayakan potensi seniman lokal, band Banjarnegara, Reggae dan orkes dangdut,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dwi Suryanto, Selasa malam (31/12).

 

Sedangkan peringatan malam pergantian tahun di Pendopo Dipayudha Adigraha diawali dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim serta yatim piatu.  Anggaran pentasharufan berasal dari dana Baznas. Santunan, kata Dwi, diserahkan Bupati dan Forkompinda kepada 412 anak dari 12 panti yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Banjarnegara.

“Masing-masing anak mendapat uang santunan Rp. 250 ribu” katanya.

 

Acara dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin Nipan S. Ag dari Kemenag. Kemudian Bupati, Forkompimda, Wakil Bupati, Sekda, kepala OPD, Camat, Direktur BUMD serta undangan menuju stadion Sumitro Kolopaking untuk merayakan tahun baru.

“Tepat pukul 00.00 Bupati dan Forkompimda meniup terompet menyambut tahun baru 2020 di atas panggung kehormatan” katanya.

 

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dalam sambutan mengakhiri tahun baru 2019 mengajak masyarakat untuk banyak berdoa menghadapi tahun baru. Dia juga mengajak masyarakat untuk lebih giat dalam bekerja agar lebih sukses di tahun 2020.

“Tantangan akan semakin berat, kita perlu kerja kerjas dan kerja cerdas. Dengan semangat serta doa mulia, mari kita bersama membangun Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera,” sambutnya singkat.

 

Budhi menambahkan, perayaan tahun baru malam ini masih tanpa kembang api. Namun dirinya tidak melarang bagi pihak swasta maupun warga yang merayakan dengan pesta kembang api.

“Tidak ada larangan untuk merayakan tahun baru dengan kembang api, tapi harus hati-hati, jangan membahayakan orang lain” katanya.

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin pada refleksi akhir tahun mengajak hadirin agar menjadikan tahun baru sebagai muhasabah atau ajang instrospeksi diri.

“Mari kita banyak bermuhasabah. Apa yang kita capai di tahun lalu, kita evaluasi. Yang masih kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan,” katanya. (*_mjp/edDS).