DS – Intensitas hujan yang tinggi sepanjang hari Selasa-Rabu (07-08/01) akibatkan 13 kejadian longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Sebagian besar kejadian longsor terjadi di Banjarnegara wilayah utara yang secara geografi berupa pegunungan dengan banyak topografi tanah tebing dan lereng tajam. Longsor yang terjadi mengakibatkan tertutupnya akses jalan provinsi dan jalan desa serta mengakibatkan kerusakan dan mengancam sejumlah pemukiman warga.

“Jalan provinsi di tanjakan Sikelir Wanayasa tertutup akibat longsor pada Rabu malam dan keesokan harinya Jalan Provinsi masuk wilayah desa Slatri tertutup longsor. Di kedua jalur longsor ini lalu lintas dialihkan lewat jalan alternatif” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Arif Rachman, Kamis (09/01).

 

Tim BPBD , TNI , POLRI, ORMAS, Destana dan masyarakat, kata Arif, bersinergi dalam penanganan darurat bencana longsor. Sejumlah alat berat milik BPBD, DPU PR dan Bina Marga Propinsi diturunkan untuk melakukan pembersihan di lokasi longsor. Terutama di jalur Sikelir Wanayasa dan longsor di Slatri. Untuk longsor Slatri, sambungnya, diperkirakan habis Dhuhur sudah dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

“Informasi siang ini, longsor Slatri yang menutup jalan sudah dapat dibuka dengan alat berat yang didatangkan pagi ini. Saat ini tinggal dilakukan pekerjaan pembersihan. Insya Allah hari ini sudah dapat difungsikan normal kembali” kata Arif.

 

Kasi Kedaruratan dan Logistik, Agus Haryono menambahkan pendataan masih terus dilakukan dan penanganan darurat juga terus dikerjakan oleh BPBD dan semua unsur. Agus minta pada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati di musim hujan ini. Hal ini karena adanya fenomena cuaca ekstrem.

“Cuaca extrim diprediksi akan terus ada hingga Februari 2020. Masyarakat diminta untuk tetap waspada” katanya.

 

Total kejadian bencana dari awal bulan sampai tanggal 09 Januari 2020 tercatat ada 26 kejadian bencana. Jumlahnya yaitu Longsor 18, banjir 1, kebakaran 1, dan angin kencang 6.

“Dampak bencana mengena perumahan 16 unit terdiri dari Rusak Sedang 15 rumah dan Rusak Ringan 8 rumah. Sedangkan infrastruktur terdampak ada 16 lokasi” imbuhnya. (*_eKo/edDS)

 

Tabel. 13 titik kejadian longsor sepanjang Rabu (08/01) dan Kamis (09/01)

No. Kejadian

Terdampak

1. Longsor di jalur Provinsi tepatnya tanjakan Sikelir ( kec. Wanayasa)

 

Jalan Provinsi tertutup
2. Longsor di jalur Sumberjo menuju Sidengok (kec. Pejawaran)

 

jalan desa
3. Tebing longsor di Tanjakan Princigan ruas jalan Ratamba menuju Batur jalan desa

 

4. Longsor Karangnangka, Binangun Karangkobar

 

jalan kab
5. Longsor Dukuh Alian Desa Ambal Karangkobar

 

jalan kab
6. Longsor di Dukuh Gintung Desa Binangun RT02 RW02 Kec. Karangkobar Jalan

 

7. Longsor di jalur Gumelar menuju Karangkobar

 

jalan desa
8. Longsor Desa Pesantren Dusun Sruni RT04 RW04 kec. Wanayasa jalan desa

 

9. Longsor di ruas jalan Karangkobar menuju Banjarnegara tepatnya di tikungan Slatri

 

jalan propinsi
10. Longsor di ruas jalan Mlaya, Punggelan menuju Kecamatan Pandanarum.

 

Jalan Kabupaten
11. Longsor di Dusun Sipreng Desa Kalisat Kidul Kec.Kalibening

 

Pemukiman
12. Longsor di Dukuh Sidamulya Desa Leksana Kec.Karangkobar Pemukiman.
13. Longsor Dusun Sawalan RT05 RW03 Desa Kalisat Kidul kalibening Pemukiman

 

Sumber : BPBD Banjarnegara.