DS – Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin mendorong perusahaan di Banjarnegara untuk mengikuti peraturan ketenagakerjaan  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Apabila peraturan ketenegakerjaan tersebut diikuti dengan baik akan membuat Banjarnegara menjadi tempat usaha yang nyaman dan aman. Dengan kondisi ini, Dia meyakini akan menjadikan Banjarnegara semakin menarik bagi investor. Demikian disampaikan Wabup Syamsudin saat menjadi Pembina Apel K3, Rabu (22/01) di lapangan Pikas, Singomerto, Banjarnegara.

“Kalau investasi masuk akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Hal ini tentu akan membantu upaya pemerintah kabupaten dalam mengurangi angka kemiskinan” kata Syamsudin.

 

Wabup juga mendorong semua pihak untuk berupaya melakukan lompatan dan terobosan dengan inovasi-inovasi baru agar pelaksanaan K3 dapat terus diperkuat di tengah gerak perubahan masyarakat dan revolusi industri yang kian melesat. Dia juga mendorong semua pihak dapat melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungan masing-masing.

“Hal ini agar budaya K3 berbasis teknologi informasi benar-benar terlaksana di lingkungan perusahaan” katanya.

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin menyerahkan secara simbolis penghargaan dan sertifikat kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan didampingi Kepala Disnaker PMPTSP Abdul Suhendi, dan Kepala Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Banjarnegara Mabrur kepada sejumlah perusahaan. Syamsudin meyakini apabila SOP peraturan ketenagakerjaan dilaksanakan dengan baik di Banjarnegara akan membuat iklim usaha kondusif dan nyaman. Kondisi tersebut akan membuat Banjarnegara semakin menarik bagi investor. (Dinkominfo/eKo/Jan2020)

 

Syamsudin mengingatkan, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril, dan pencemaran lingkungan, namun dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja, kata Syamsudin, juga mempengaruhi indekss pembangunan ketenagakerjaan. Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pengusaha, serikat pekerja, untuk terus meningkatkan pengawasan dan kesadaran pentingnya K3.

“Jangan sampai problem K3 hanya diingat dan dibahas saat terjadi kecelakaan di tempat kerja, jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat terjadi korban, dan jangan sampai perihak K3 diperhatikan setelah ada gugatan dari masyarakat” tegasnya.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdul Suhendi mengatakan Apel K3 diikuti 150 orang peserta dari OPD dan karyawan perusahaan. Pada kesempatan ini diserahkan juga secara simbolis penghargaan perusahaan terbaik dengan peserta terbanyak program BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan dengan tertib administrasi terbaik, dan sertifikasi BPJS Ketenagakerjaan.

Suhendi berharap peringatan K3 ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat pelaksanaan K3 sebagai elemen penting dalam melakukan reformasi ketenagakerjaan.

“Harapannya, semua perusahaan untuk mengikuti SOP ketenagakerjaan yang ada sehingga Banjarnegara kondusif dan nyaman untuk usaha” katanya. (*_eKo/edDS)