DS – Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara sekarang memiliki Gedung Laboratorium Terpadu usai diresmikan oleh Kepala Badan Litbangkes, dr Siswanto, Selasa (28/1). Gedung ini merupakan pemenuhan kebutuhan laboratorium yang lebih memadai dari segi tata ruang maupun ketersediaan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan penelitian kesehatan maupun pelayanan sampel litbang dari berbagai insitusi.

 

Kepala Balai Litbangkes Banjarnegara, Jastal menyampaikan, gedung baru tersebut diisi dengan lima laboratorium yang sudah ada di lingkungan kerjanya, yaitu Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Biomolekuler dan Imunologi, Laboratorium Parasitologi, Laboratorium Rodentologi, Laboratorium Hewan Coba dan Sumber Daya Tumbuhan. Dengan adanya Gedung Laboratorium Terpadu ini, lanjutnya, fungsi leboratorium akan terus dikembangkan untuk menghasilkan output yang semakin baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, pelaku industri serta pengambil kebijakan.

“Berbagai kegiatan atau riset yang kami lakukan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya,” katanya

 

Jastal menjelaskan, adanya gedung baru ini juga akan mendukung tugas dan fungsi pihaknya yang semakin luas. Balai Litbangkes Banjarnegara ini awalnya hanya membantu pengendalian malaria di Banjarnegara dan sekitarnya. Kemudian berkembang menjadi penelitian dan pengendalian penyakit yang bersumber dari binatang. Saat ini tugas dan fungsinya menjadi lebih luas lagi, yakni penelitian dan pengembangan kesehatan.

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin bersama Kepala Balitbangkes dr. Siswanto mengunjungi ruangan laboratorium terpadu Balitbang. (Dinkominfo/Amar/Jan2020)

 

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin mengatakan, dengan adanya Gedung Laboratorium Terpadu ini semoga dapat menambah semangat Balai Litbangkes untuk memberikan kontribusinya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Banjarnegara.

 

Dengan semakin luasnya fungsi maka Balai Litbangkes yang tidak hanya meneliti tentang penyakit yang ditularkan oleh hewan seperti, malaria, DBD dan leptopirosis tetapi juga permasalahan kesehatan lainnya. Oleh karena itu Wabup mengaharapkan akan semakin banyak kontribusi yang diberikan oleh Balai Litabngkes dalam pembangunan kesehatan di Banjarnegara seperti upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan stunting, penurunan faktor resiko terjadinya penyakit tidak menular dan metode intervensi penanggulangan penyakit menularserta peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.

 

“Saya berharap akan semakin banyak program dan inovasi di bidang kesehatan dengan semakin berkembangnya tugas dan fungsi Balai Litbangkes Banjarnegara,” tuturnya

 

Kepala Badan Litbangkes, dr Siswanto menginginkan gedung laboratorium yang telah diresmikan bisa digunakan untuk mengeluarkan hasil penelitian yang semakin baik juga valid di bidang kesehatan. Saat ini beban masalah kesehatan semakin kompleks, memerlukan dukungan semua unsur pembangunan kesehatan termasuk litbangkes. Dengan adanya riset untuk mengidentifikasi masalah di bidang kesehatan maka dapat dihasilkan informasi serta data yang valid. Informasi dan data ini dapat digunakan untuk membuat inovasi, pengambilan kebijakan serta penentuan program-program apa saja yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan.

 

“Tidak ada data yang valid tanpa penelitian yang baik,” katanya. (amar)