Aku tak menyangka memperoleh kesempatan ini maka kuberikan obat yang pahit, agar engkau menjadi sehat dan selalu siap untuk mengabdi demi rakyatmu. Sungguh aku mencintaimu tetapi mengapa perilaku lamamu muncul kembali.
Aku selalu teringat, saat tak ada wujud lain kecuali hanya Pramuka, di lapangan-lapangan hijau dan di halaman-halaman sekolah. Akupun tak pernah lupa saat harus mengikuti estafet tunas kelapa, sepanjang jalan rakyat Banjarnegara mengelu-elukan kita. Semua itu mengandung makna, rakyat mencintaimu dan menantimu.
Jadikan momentum Pelantikan Pengurus Kwarcab Banjarnegara ini untuk mawas diri. Jangan kau jadi sombong karena sedang merasa dipercaya, jangan pongah lantaran kuasa, jangan pula “kuminter” merasa paling pinter.
Ingatlah di atas langit masih ada langit. Peganglah erat dasar kepanduan menurut Lord Boden Powel, jangan pula lupakan wasiat pandu sejati Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jadilah yang dicintai dan yang disebut dengan rindu dan penuh harapan.
Adik-adiku kenapa diam? Ayo Aris Sudaryanto, Jarkasi, Noor Tamami dan ribuan Pramuka Banjarnegara, ini era milikmu jangan kau jadikan saat ini menjadi waktu yang hilang.
Lembutkan hatimu, lapangkan dadamu dan lakukan kerjasama yang manis dengan siapapun, biasakan berempati dengan sesama.
Aku berharap ini bukanlah pesan terakhir, tetapi siapa yang bisa tahu rahasia Allah?
Aku ingin melihat Banjarnegara menjadi KABUPATEN PRAMUKA. Ayo bakar semangat semua Pramuka Banjarnegara.
……Api unggun sudah menyala, api unggun sudah menyala……..! Api…., api….., api……., api……., api kita sudah menyala……..
Selamat berjuang !