Oleh : Linovia Karmelita, S.Sos. *)

 Kepala Sekolah SMA Negeri  1 Batur

 

Pendidikan merupakan unsur utama yang mempengaruhi kompetensi lulusan sebuah lembaga pendidikan (sekolah), dari segi pengetahuan, Sedangkan dari sisi keahlian, umumnya didapatkan dari pengalaman ataupun proses pelatihan pada bidang tertentu di lembaga tersebut. Dengan adanya bekal pengetahuan dan keterampilan (keahlian) yang mumpuni, maka seseorang dapat menembus dunia kerja atau bahkan berdikari dengan menjadi wirausaha yang tangguh.

Hal ini menjadi penting karena tidak semua sekolah memiliki peserta didik dengan kemampuan kognitif yang sama bagusnya. Tidak semua siswa punya visi ataupun cita-cita untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi usai lulus nanti. Pun, dukungan orang tua baik secara idealis maupun ekonomi, belumlah memberikan jaminan kuat untuk mengantarkan putra-putrinya. Mau kemana mereka setelah lulus nanti?

Seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Batur Kabupaten Banjarnegara, dimana lulusan tidak semuanya memiliki minat dan sumber daya yang cukup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi baik PTN maupun PTS. Dari catatan Bimbingan Konseling SMA N 1 Batur, menyebutkan bahwa data lulusan yang melanjutkan ke PTN/PTS selama lima tahun menunjukkan angka yang kurang menggembirakan.

Pada tahun 2017, dengan jumlah lulusan 49 siswa, yang melanjutkan hanya 3 anak. Selanjutnya pada tahun 2018, dengan jumlah lulusan 60, yang melanjutkan 5 anak. Tahun 2019 merupakan rekor tertinggi, dari jumlah lulusan 64 siswa, siswa yang melanjutkan mencapai 13 anak. Namun pada 2020 kembali turun drastis, hanya 5 anak yang kuliah dari 74 siswa yang lulus, dan turun lagi pada 2021, dimana hanya 3 siswa yang melanjutkan dari 97 jumlah yang lulus. Tahun 2019 merupakan puncak minat dari siswa untuk melanjutkan ke PTN/PTS, sedangkan pada tahun 2020 dan 2021 mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Jelaslah bahwa secara kompetensi pengetahuan, siswa SMA N 1 Batur tidak memiliki nilai lebih dibandingkan dengan lulusan sekolah lainnya, sehingga sulit sekali untuk bersaing di dunia kerja maupun layak untuk berwirausaha dengan pengetahuan yang cukup. Secara umum untuk lulusan fresh graduate SMA tidaklah mungkin mendapatkan pengalaman kerja ataupun pelatihan guna peningkatan keahlian dan keterampilan siswa. Sehingga secara kompetensi keterampilan, maka siswa lulusan SMA akan mendapat penilaian yang kurang optimal baik oleh pemilik kerja maupun penilaian masyarakat secara umum akan produk atau jasa yang akan dihasilkan oleh para lulusan fresh graduate SMA.

Dua hal di atas menjadi alasan utama bagi SMA Negeri 1 Batur untuk memberikan pembekalan kemandirian bagi siswa. Oleh karena itu SMA Negeri 1 Batur menginisiasi program double track dengan harapan mampu menanggulangi pengangguran terbuka dari lulusan SMA. Program DOUBLE TRACK merupakan suatu pelatihan yang tersertifikasi LSP Pertanian Nasional pada bidang tertentu. Program tersebut memungkinkan siswa untuk dapat bersaing di dunia kerja maupun dunia wirausaha. Ada tiga prodi yang dapat dipilih oleh siswa pesertanya yaitu pengolahan roti, pertanian hidroponik, dan pemasaran produk dan jasa pertanian.

Banyak sekali manfaat yang diambil dari program double track yang memiliki tujuan mulia antara lain :

Pertama, program ini memberikan ketrampilan dan jiwa kewirausahaan kepada para siswa. Siswa akan dibekali pengetahuan dan juga kompetisi sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih.

Kedua, menumbuhkan lulusan SMA yang siap kerja sesuai dengan sertifikat ketrampilan yang dimiliki. Program ini memberikan pengalaman bidang usaha dan produk yang bisa dikembangkan setelah siswa mengikuti pelatihan ketrampilan.

Ketiga, mendorong terbentuknya model praktek pembelajaran yang menekankan bidang akademik dan juga kemampuan ketrampilan di setiap unit sekolah penyelenggara.

Program ini menyasar peserta didik SMA SMA Negeri 1 Batur di kelas XII yang akan dibekali dengan keterampilan khusus, antara lain : pengelolaan roti, budidaya tanaman hidroponik, serta pemasaran produk dan jasa pertanian.

Untuk pelaksanaan  program double track di SMA Negeri 1 Batur, terbagi menjadi kegiatan yakni teori dan praktik. Untuk teori, berupa modul untuk bahan belajar mandiri di rumah dan di sekolah melalui pembimbingan oleh guru penanggungjawab pada kegiatan ekstrakurikuler. Masing-masing siswa mendapatkan modul sesuai dengan pilihan program keterampilan yang dipilih.

Sedangkan praktik, dilaksanakan di SMA Negeri 1 Batur dan Politeknik Banjarnegara selaku mitra dan pendukung program double track, sesuai dengan plihan program masing-masing. Untuk praktik dari pengolahan roti diharapkan siswa mampu melakukan proses produksi roti manis sesuai standar minimal industry roti. Sedangkan praktik dari budidaya tanaman hidroponik agar siswa bias menyemai benih hidroponik, membuat larutan nutrisi hidroponik, dan membuat system hidroponik system sumbu dan hidroponik DFT model meja. Adapun tujuan praktik pemasaran produk dan jasa pertanian agar siswa menguasai pengetahuan seputar kegiatan pemasaran beserta strategi pemasaran produk jasa pertanian dan menguasai keterampilan teknis dibidang pemasaran dan strategi pemasaran produk jasa pertanian.

Dengan adanya program Doble Track ini, diharapkan lulusan SMA Negeri  1 Batur dapat memiliki ketrampilan kewirausahaan terutama dalam bidang pertanian, dimana kondisi alam dan lingkungan tempat tinggal peserta didik adalah daerah pertanian yang subur, sehingga pertanian adalah peluang usaha yang masih terbentang luas. Dengan pengetahuan pertanian yang dikuasi saat masih duduk di bangku SMA, diharapkan membekali lulusan yang belum melanjutkan kuliah, untuk menapaki masa depannya sebagai wirausaha dan petani yang berdaya saing.

Program Doble Track ini merupakan ikhtiar kecil untuk menanggulangi penganguran terbuka dari lulusan SMA, guna mendukung visi terwujudnya masyarakat Banjarnegara yang berakhlak mulia.